Website Aneh KumpulBlogger

Showing posts with label Tips n Tricks. Show all posts
Showing posts with label Tips n Tricks. Show all posts

Wednesday, March 4, 2009

Kesan Terbaik, Kunci Sukses Wawancara Kerja

Banyak hal telah berubah dalam dunia pencarian kerja. Namun, ada satu yang tetap sama, yakni tentang bagaimana Anda harus menampilkan diri pada saat wawancara. Anda bisa saja mengirimkan lamaran via email, atau direkomendasikan oleh teman yang sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang Anda inginkan. Namun, Anda belum akan di-hire sampai pimpinan perusahaan bertemu langsung dan berbicara dengan Anda. Wawancara. Sejauh ini, itulah momok bagi para pencari kerja.

Dalam proses rekrutmen dan seleksi, wawancara merupakan tahapan yang penting ketika perusahaan dihadapkan pada lebih dari seorang kandidat yang memiliki kriteria dan latar belakang yang kurang-lebih sama. Atau, tahapan ini menjadi demikian menentukan ketika posisi yang lowong membutuhkan calon yang memiliki keterampilan-keterampilan interpersonal dan komunikasi, dengan kualifikasi teknis tertentu.

Chairman dan CEO Robert Half International, perusahaan spesialis penempatan tenaga kerja pertama dan terbesa di dunia, Max Messmer yang menulis buku laris Job Hunting for Dummies menegaskan, kunci sukses wawancara terletak pada kesan pertama yang Anda tinggalkan kepada pihak perusahaan.

Messmer mencontohkan, banyak kandidat yang melakukan “kesalahan” dengan memperlihatkan aksi yang lebih menarik perhatian ketimbang jawaban-jawaban yang diberikannya selama wawancara. “Ada kandidat yang ketika menunggu di lobi sambil makan, ada yang memain-mainkan pupennya selama wawancara dan ada yang mengenakan pakaian dan tas dalam warna dan ukuran yang mencolok,” rinci dia.

Menurut Messmer, persiapan mutlak diperlukan jika Anda hendak menjalani wawancara kerja.

1. Do the research
Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang memadai tentang calon perusahaan Anda, sejarahnya, industrinya dan sebagainya. Jika memungkinkan, cari tahu juga tentang orang yang akan mewawancarai Anda. Dengan bekal itu, Anda akan memberikan kesan yang lebik baik dalam wawancara nanti.

2. Clarify your objectives
Sebelum melamar sebuah posisi yang ditawarkan, pastikan terlebih dahulu minat dan tujuan karir Anda. Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa Anda menginginkan posisi itu, dan Andalah orang yang cocok.

3. Get your questions ready
Jadilah partisipan yang aktif selama wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang relevan, berdasarkan hasil riset yang telah Anda lakukan.

4. Don’t forget the “small” things
Perhatikan posisi duduk, membuat kontak mata, tidak berbicara terlalu cepat…kedengarannya sepele, tapi bukankah Anda ingin pewawancara fokus pada apa yang Anda katakan, dan bukan apa yang Anda lakukan?

5. Dress smart
Jangan anggap remeh kekuatan dari penampilan profesional. Ini adalah saat pertama pihak perusahaan melihat Anda, suka atau tidak, apa yang Anda kenakan bisa mempengaruhi proses berikutnya.

Sumber : portalhr.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Berapa Gaji yang “Harus” Saya Minta?

Bagian yang paling merepotkan dalam proses wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan mengenai gaji yang diminta. Banyak orang merasa “serba salah”, menyebut angka yang terlalu rendah takut dianggap kualitas juga rendah, menyebut angka terlalu tinggi, khawatir perusahaan tidak mampu membayar sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak jadi diterima.

Saran yang sering terdengar, sebutlah angka yang standar. Ini juga tak kalah ribetnya: yang standar itu seberapa? Belum lagi kesan yang muncul bahwa orang yang menjawab sesuai standar berarti tidak memahami keunggulan dirinya.

Bukan Tabu

Saat ini, negosiasi mengenai gaji tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun Anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Lakukan survei terlebih dahulu, sampai sejauh yang bisa Anda lakukan.

Survei

Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa memperoleh data yang diinginkan, carilah informasi mengenai gaji dari pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya, tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala.

Tiga Faktor

Perlu diingat, pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai (gaji) yang sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut, dan harga pasar. Cari tahu juga, apakah gaji tersebut merupakan harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.

Tentukan BATNA Anda

Apa itu? Best Alternative to a Negotiated Agreement. Caranya:

Pertama, cek diri sendiri, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas atau hal lain. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survei Anda. Seandainya hasil survei Anda menemukan bahwa standar di luar sana jauh lebih besar, katakanlah 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung mengajukan angka. Dan, hasil survei yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya.

Persepsi Perusahaan

Kedua, ingat selalu: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda antara lain ditentukan oleh seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi, mereka bisa saja melihat Anda sebagai seseorang yang sedang mencari “peruntungan” dengan meminta gaji lebih tinggi. Efektifnya adalah “win-win”: Anda bisa menentukan nilai tengah dari jangkauan 10%-50% (sekitar 30%-35%). Dan, inilah cara Anda menentukan BATNA: tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom-line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Artinya, Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permitaan Anda.

Tips Lanjutan (1)

Jadi, “Berapa gaji yang Anda minta?” Rahasianya bukan pada angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Misalnya, “Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp…, tapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat CV saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standar perusahaan ini, jadi saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan kepada saya.”

Tips Lanjutan (2)

Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Katakanlah, misalnya, “Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan saya sebelum menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya.”

Kesimpulan

Jadi: lakukan survei, tentukan BATNA, bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan ungkapkan pada saat yang tepat!

Sumber : portalhr.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

6 Saran Menjual Diri Lewat Portofolio

Mungkin saat Anda berencana melamar kerja atau menawarkan jasa untuk menangani suatu proyek, Anda diminta untuk mengirimkan portofolio diri atau karya Anda. Anda mungkin masih bingung dengan portofolio itu sendiri.

Nah, agar Anda tidakbingung lagi Anda mesti tahu bahwa portofolio merupakan kumpulan karya-karya terbaik yang telah Anda buat dalam waktu tertentu. Saat ini bisa jadi portofolio merupakan elemen terpenting dalam melamar pekerjaan atau menawarkan jasa Anda.

Terutama bagi Anda dengan pendidikan dan pengalaman kerja yang erat dengan seni. Seperti misalnya desain grafis, arsitektur, dan fotografi. Bidang jurnalistik juga bisa Anda buat dalam portfolio dengan membuat kliping tulisan dan prestasi Anda.

Sedangkan isi portofolio bisa disusun berdasarkan tugas-tugas yang sudah Anda buat selama Anda bekerja. Ingat, dalam membuat portofolio Anda tidak boleh sembarangan. Karena, portofolio mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam melamar pekerjaan maupun menawarkan jasa tersebut.

Terpenting yang harus Anda ketahui adalah portofolio berfungsi sebagai ajang ‘menjual diri’. Portofolio juga bisa menunjukkan karakter dan kemampuan Anda yang sesungguhnya.

Nah, berikut 6 saran bagi Anda dalam membuat portofolio. Anda simak!

1. Pilihlah karya terbaik yang Anda miliki yang sekaligus mewakili selera pribadi Anda. Untuk itu, Anda harus selektif memilih karya-karya yang anda miliki. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya yang Anda sendiri sadar bahwa karya itu tidak begitu bagus.
2. Karya yang Anda pilih harus dapat menunjukkan spesialisasi Anda. Misalkan, Anda berpengalaman di bidang fotografi fashion, maka tonjolkan foto-foto fashion ketimbang foto-foto still life. Jika Anda piawai dalam desain interior kantor maka tonjolkan karya desain interior terbaik Anda.
3. Bisa juga Anda sertakan keterangan gambar dengan memuat tanggal dibuat dan sedikit penjelasan tentang karya Anda. Misalnya kapan dan dalam rangka apa Anda membuat karya tersebut.
4. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya teman atau orang lain di dalam portofolio Anda. Jika orang yang karyanya Anda bajak itu tahu, Anda akan berurusan panjang dengannya. Anda akan dikenakan tuduhan telah melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Biar bagaimanapun lebih aman menyertakan karya asli pribadi.
5. Gunakan format kertas yang tidak terlalu besar. Karena kertas yang besar selain boros, juga akan menyulitkan jika Anda harus melakukan presentasi atas karya-karya Anda. Lebih baik Anda gunakan kertas A4, walaupun Anda membuat portofolio arsitektur maupun seni rupa.
6. Untuk warna dasar Anda bebas memilih sesuai selera Anda. Tetapi agar lebih jelas mungkin Anda bisa memilih hitam sebagai warna dasar hasil karya-karya Anda.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Kenali dan cobalah! Sukses untuk Anda!

www.glorianet.org

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Pertimbangkan dengan Bijak Sebelum Teken Kontrak

Bagi mereka yang baru lulus dari universitas, dunia kerja boleh jadi merupakan babak awal di mana hidup seolah-olah memasuki “dunia nyata”. Oleh karenanya, sungguh penting bagi para lulusan yang sedang mendapatkan pekerjaan pertama untuk memperhatikan banyak hal sebelum menandatangani kontrak alias menerima pekerjaan itu.

Saran untuk membuat pertimbangan masak-masak sebelum meneken kontrak tentu tidak hanya berlaku bagi lulusan baru yang pertama kali memasuki dunia kerja. Bagi mereka yang mendapat tawaran kerja baru dari perusahaan lain, atau pindah ke tempat kerja baru untuk memulai karir yang baru, tetap penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pertimbangkan harapan-harapan yang realistik terhadap gaji. Jika ini kontrak kerja pertama Anda, maka sebaiknya Anda sudah punya gambaran mengenai gaji lulusan baru untuk industri yang bersangkutan, sehingga permintaan Anda sesuai proporsi. Jika kasusnya adalah Anda sedang pindah kerja untuk memulai karir baru, jangan serta-merta berasumsi bahwa Anda “berhak” atas gaji yang berlipat-lipat. Kembalikan ke tujuan utama Anda pindah kerja, di samping juga pertimbangkan kondisi perusahaan

2. Perhatikan paket(-pake) benefit yang ditawarkan. Ingat bahwa gaji Anda hanyalah salah satu komponen dari sebuah paket yang disediakan perusahaan. Jangan sungkan untuk menanyakan, apa saja benefit lain yang ditawarkan, dan bandingkan lebih baik mana dengan yang Anda terima di perusahaan sebelumnya.

3. Ingatlah sejak awal bahwa kepuasan kerja merupakan sesuatu yang lebih penting dibandingkan dengan berapa rupiah yang bisa Anda bawa pulang. Ini sering dilupakan oleh para pencari kerja pertama maupun mereka yang pindah kerja. Berapa pun gaji dan bonus yang Anda terima, kalau Anda membenci pekerjaan Anda, maka Anda tidak akan bahagia.

4. Ambilah keputusan berdasarkan situasi dan kondisi yang “nyata”, dan bukan berdasar “bagaimana seandainya”. Jangan khawatir apa yang akan terjadi jika semua itu menuntur ke jalan sukses bagi pekerjaan baru Anda. Yang penting, apa yang bisa Anda lakukan sekarang.

5. Ingatlah bahwa mencari pekerjaan adalah (bagian dari) keseluruhan pekerjaan itu sendiri. Jika Anda sedang ingin melakukan perubahan, Anda perlu sebuah pendekatan yang melihat perubahan itu seperti sebuah proyek pekerjaan. Rencanakan segala sesuatunya agar berjalan sesuai keinginan.

portalhr.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Sukses Wawancara dengan Jawaban Taktis

Surat lamaran kerja yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa orangnya juga seoptimis apa yang dibeberkannya dalam berkas-berkas itu. Begitu pewawancara menanyakan hal yang sederhana saja, seperti “Ceritakan diri Anda dalam beberapa kalimat,” banyak pelamar yang tergagap-gagap. Yang sering terjadi, bukannya memberikan jawaban sesuai yang diminta, melainkan justru merendahkan dengan mengatakan, “Ah, saya orangnya biasa-biasa saja.”

Selama ini memang banyak tips-tips konvensional yang menyarankan agar orang sebaiknya merendahkan diri ketika menghadapi wawancara kerja, sebagai upaya untuk mencuri simpati pewawancara. Tapi, zaman sudah berubah. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa Anda sebenarnya tidak yakin dengan diri Anda. Perusahaan masa kini tidak membutuhkan karyawan seperti itu.

Yang diperlukan sekarang adalah jawaban yang taktis, yang menunjukkan siapa diri Anda dan layakkah Anda bergabung dengan perusahaan yang sedang Anda lamar. Ini contoh jawaban yang taktis, ketika Anda diminta menceritakan diri Anda.

“Saya Rina, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Di situ saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Saya juga senang musik, membaca dan traveling. Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meskipun bukan jawaban yang berbunga-bunga, tapi si pewawancara telah menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu yang besar. Dengan kata lain, itu jawaban yang cukup cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana yang bersangkutan menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan pada posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu –cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang tak dibuat-buat.

Kesimpulannya, kalau Anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa Anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Buatlah beberapa poin tentang kemahiran Anda serta hal-hal yang Anda sukai dan inginkan untuk masa depan Anda. Setelah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakannya dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

Sumber : portalhr.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Thursday, February 26, 2009

Pertanyaan Usai Wawancara

Selama ini wawancara kerja identik dengan serangkaian tanya jawab antara pewawancara dan kandidat pegawai. Pewawancara mengajukan berbagai macam pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan kemudian kandidat menjawab pertanyaan tersebut. Begitu seterusnya hingga wawancara berakhir.

Nah, setelah wawancara berakhir, apakah anda boleh langsung pulang? Tentu saja boleh! Tapi sayang sekali jika anda langsung pulang tanpa mengajukan pertanyaan balik kepada si pewawancara. Pada dasarnya saat wawancara dinyatakan selesai, anda boleh mengajukan pertanyaan sehubungan hal-hal yang berkaitan dengan proses rekruitment.

Jika pewawancara tidak menawarkan kesempatan pada anda untuk bertanya, maka andalah yang harus jemput bola mengajukan usul, “Bolehkah saya bertanya…?”. Nah berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya anda tanyakan sebelum meninggalkan ruang wawancara:

- Kapan saya mendapat informasi lebih lanjut tentang keputusan perekrutan ini? Pertanyaan ini penting loh, maksudnya agar anda bisa mengira-ngira kapan anda dihubungi kembali untuk proses selanjutnya. Tanyakan juga apakah anda akan dihubungi lewat telepon atau surat. Dengan demikian paling tidak anda bisa berjaga-jaga menanti teleponnya di saat yang dijanjikan. Sehingga anda akan mendengarkan informasi tersebut secara langsung tanpa khawatir ada missunderstanding.

- Apakah bagi kandidat yang tidak diproses lebih lanjut tetap akan diberi kabar atau tidak? Jika tidak, tanyakan kapan batas waktu untuk menyimpulkan bahwa kandidat tidak diterima. Biasanya jika dalam waktu lebih dari dua minggu anda atau kandidat lain tidak mendapat kabar dari perusahaan, berarti anda tidak masuk dalam proses seleksi selanjutnya. Sehingga jika batas waktu itu telah lewat, anda tidak perlu berharap lagi. Lebih baik anda segera hunting lowongan pekerjaan lain.

- Apakah ada toleransi jika pada proses rekruitment berikutnya saya berhalangan hadir? Jika tidak ada kompromi mengenai ketidakhadiran anda di waktu berikutnya, anda bisa prepare agar anda tidak pergi keluar kota untuk panggilan selanjutnya. Usahakan agar anda bisa hadir pada proses berikutnya tanpa halangan apapun.

- Siapa yang bisa saya hubungi disini sehubungan dengan proses seleksi karyawan ini? Dalam hal ini contact person memang penting, apakah si A atau si B. Sehingga jika suatu waktu diperlukan anda tidak kebingungan siapa yang mesti anda hubungi. Untuk itu jangan lupa catat dengan baik, nomor telepon, fax, dan email kantor tersebut.

Pendek kata, jika masih ada hal yang belum jelas berkenaan dengan wawancara yang telah anda lakukan, sah-sah saja anda bertanya. Tentu saja asal jangan melenceng dari topik seputar proses seleksi pegawai. Ingat, jangan sekalipun bertanya tentang gaji, fasilitas, apalagi tunjangan segala macam. Pertanyaan semacam ini hanya boleh diajukan jika anda telah dinyatakan diterima.

Sumber : astaga.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Mengapa Sampai Sekarang Belum Dapat Kerja Juga ?

Sebenarnya mungkin kualifikasi anda termasuk ke dalam salah seorang yang sedang dicari-cari. Tetapi kenapa sampai sekarang anda belum juga dapat pangilan? Atau bisa jadi anda sudah berulang kali dapat panggilan wawancara namun selalu berujung dengan ditolak. Jika demikian halnya, bisa jadi perlu ada yang anda evaluasi. Mungkin CV anda kurang praktis dan tidak representatif. Atau barangkali sikap dan kata-kata anda selama wawancara meninggalkan kesan yang kurang baik.

Kesalahpahaman atau kekurangan informasi antar-pelamar maupun tempat kerja yang membutuhkan, seringkali terjadi. Oleh karenanya, kedua belah pihak jadi terus-terusan mencari, tanpa menyadari, sebenarnya, yang dicari sudah ada di depan mata. Hal semacam ini sebenarnya bisa dihindari. Memang banyak hal-hal yang seringkali menjadi syarat tak tertulis yang perlu anda ketahui sebelum melangkah ke dunia kerja.Caranya untuk tahu adalah dengan banyak bertanya. Bekali diri anda dengan berbagai pengetahuan , sebelum anda terjun ke dunia professional . Tanya pada mereka yang sudah lebih dulu bekerja, perbanyak membaca supaya tidak ketinggalan informasi, dan yang penting, jangan bosan menimbun ilmu dan info terbaru. Sekarang ini teknologi sudah semakin maju. Komunikasi tidak lagi terhambat oleh ruang dan waktu. Bekerja tidak lagi harus ke kantor, tapi bisa dilakukan di rumah dengan media internet sebagai penghubung.

Sebab itulah, dengan berubahnya waktu, gaya dan kebutuhan juga berubah.Kini yang banyak dicari justru orang-orang yang bisa berkembang dan dinamis. Yang bisa mengikuti arus gerak dan perputaran dunia profesi , penuh inisiatif, smart, tidak mudah stress, dan tetap bisa having fun. Punya mobilitas tinggi, tidak gagap teknologi, dan dapat dipercaya. Bagaimana, apakah anda termasuk salah satunya?

sumber: http://cdc.eng.ui.ac.id

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Tips Melamar Kerja via Email

Banyak orang mungkin masih merasa lebih ’sreg’ mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan melalui pos ketimbang email. Namun, di era yang sangat dinamis dan serba cepat ini, pihak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tak jarang justru meminta kandidat untuk mengirimkan resume-nya via email. Nah, jika memang demikian halnya, maka mau tak mau kita harus mengikutinya. Mengirimkan aplikasi melalui email memang sedikit berbeda dengan jika mengirimkannya lewat jasa pos. Ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan oleh kandidat, sebagai berikut:

1. Gunakanlah alamat email yang mudah singkat dan mudah diingat dan “resmi”. Artinya, gunakanlah nama yang meyakinkan, jangan nickname yang aneh-aneh, misalnya justordinarygirl@…, negromanis@…, youngandcoolguyz@…Pakai saja nama Anda sendiri.

2. Kalau Anda tidak punya email official, usahakan jangan menggunakan email dari provider gratisan lokal yang umumnya lambat. Gunakan saja yahoo.com atau gmail.com yang lebih dikenal dan jelas bonafid.

3. Kirimkan berkas-berkas file dalam format .doc atau .rtf. Pastikan isinya lengkap, dari data diri hingga curriculum vitae, dan termasuk foto. Beri nama file tersebut dengan nama Anda.

4. Untuk file berupa foto, atau mungkin Anda merasa perlu juga melampirkan salinan contoh hasil karya dan sertifikat, pastikan ukurannya wajar, agar mudah dibuka.

5. Jika terpaksa mengirimkan gambar dalam jumlah banyak, satukan dalam format .zip dan berilah nama yang jelas.

6. Selain berkas-berkas yang sudah lengkap, jangan lupa beri surat pengantar yang berisi uraian singkat, mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan tersebut. Ungkapkan seperlunya, jangan berlebihan dan tidak perlu memasukkan informasi-informasi yang tidak relevan.

Sumber : portalhr.com

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu

Tuesday, February 24, 2009

Tips Melamar Pekerjaan

Beberapa tips melamar pekerjaan :

1. Lamar pekerjaan yang anda minati dan yakin mampu melaksanakan.
2. Buatlah surat lamaran yang terkesan individual/personal khusus untuk perusahaan yang dimaksud jangan membuat surat lamaran yang sudah diformat secara standard atau meniru /jiplak mentah-mentah dari buku.
3. Usahakan surat tsb singkat , faktual dan menarik dengan bahasa yang jelas dan penampilan yang menarik dalam arti : rapi ( tidak ada kesalahan dalam ejaan atau tatabahasa), bersih ( tinta hitam diatas kertas putuh, jangan ada koreksi seperti tippex atau perbaikan dengan pensil/bolpoin sebaiknya ketik dan cetak ulang saja ) dan selalu berusaha ditujukan kepada seseorang tertentu ( nama dan /atau jabatan yang spesifik ).


4. Surat lamaran maksimal hanya satu halaman, selalu disertai resume/ C.V. (curriculum vitae) anda dan memberi impresi pertama yang positif tentang anda.
5. Resume /C.V. anda sebaiknya memberi detil tentang dirimu mencakup latar belakang pendidikan, ketrampilan-ketrampilan yang anda miliki, pengalaman kerja ( full-time atau part-time atau free lance yg memberi anda kompetensi tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan ), aktivitas (organisasi, masyarakat, olah raga ,dsb) dan prestasi - prestasi ( disekolah maupun luar sekolah) yang pernah anda raih. . Ciri resume / C.V. yang baik adalah : rapi, simpel, jujur dan akurat . Sebaiknya bersih dan disusun agar penyampaian informasi menarik dan mudah dibaca. Berilah jarak ( margin) pada semua sisi resume/c.v anda sebesar 1″ ( minimal 1/2″ kalau anda kekurangan space untuk mengisi informasi tentang diri anda.) Bagian putih ini membuat resume anda menarik, bersih dan mudah dibaca sekaligus memberi tempat bagi pembaca untuk membubuhkan catatan langsung pada resumemu. Gunakan kertas dan tinta yang sama dengan surat lamarannya.
6. Proof read ulang surat lamaran dan resume/C.V. anda Pastikan bahwa tidak ada kesalahan Tipografis, tatabahasa/ grammar, bahasa yang diulang-ulang/repetitif, layout yang kurang rapi (miring atau tidak lurus) ataupun kesalahan lain. Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan.
7. Silahkan membaca buku/literatur yang tersedia di toko-toko buku. Banyak yang mengulas cara-cara dan kiat yang efektif dalam menulis surat lamaran , resume/C.V. maupun wawancara.

sumber: http://cdc.eng.ui.ac.id

Read More......
Klik Untuk Dapatkan Jobs terbaru di emailmu